Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Green Building dan Desa Binaan BSI di Aceh
Bank Islam Indonesia (BSI) membuka rumah kaca dan BSI Group di Kota Banda Aceh. Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin upacara pembukaan. Direktur BSI Hery Gunardi, Direktur BSI Muliaman D. Hadad, Gubernur Aceh Bustami Hamzah, Wali Nangroe Aceh Tgk Malik Mahmud Al-Haytharmud Al turut hadir dalam upacara tersebut. -Haytharmud Al-Haythar dan Direktur BSI.
Dalam sambutannya, Ma'ruf Amin mengucapkan selamat kepada BSI atas selesainya pembangunan gedung induk Aceh. Ia mengatakan, Aceh ibarat pintu gerbang perkembangan keuangan syariah, khususnya bisnis syariah, di tanah air.
"Saya senang gedung BSI menjadi gedung terbaik dan tertinggi di Aceh. Saya juga sampaikan bahwa syariat itu halal dan baik. Kata Ma'ruf, "Tidak halal, tapi kotor."
Ma'ruf mengatakan bank syariah yang ada di aceh hanya ada. Beliau mengatakan peran bank syariah sangat penting karena boleh didirikan dan pelayanan di aceh harus yang terbaik bagi pemainnya.
Wakil Presiden RI menyampaikan bahwa BSI dapat terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan ekosistem syariah dan Provinsi Aceh. Pembiayaan diberikan kepada usaha kecil, menengah, dan mikro, terutama di daerah yang mempunyai potensi pertumbuhan. Ia juga mengatakan bahwa hukum syariah dan perbankan syariah bersifat inklusif dan tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam.
"Syariah bukan sekedar akidah, bukan sekedar ibadah, transaksi, juga berkaitan dengan masalah uang dan keuangan syariah. Syariah itu membawa kemaslahatan, membawa hikmah," ujarnya.
BSI memberikan pengembangan dan pelayanan kepada masyarakat Aceh
Pada saat yang sama, General Manager BSI Hery Gunardi mengumumkan bahwa BSI bersedia melanjutkan pengembangan kawasan Balkon Mekah.
“Saat ini aset BSI di Aceh meningkat sebesar 13% (21 triliun) per tahun dan pertumbuhan keuangan meningkat sebesar 14% (20 triliun).” Mendorong sekitar 40% pembiayaan di Aceh untuk diberikan kepada usaha kecil, menengah, dan menengah. perusahaan-perusahaan berukuran besar. usaha mikro,” jelasnya.
Untuk memajukan keuangan negara sekaligus menjangkau masyarakat di Provinsi Aceh, BSI memiliki 161 cabang dengan lebih dari 700 ATM.
Setelah diputuskan Provinsi Aceh akan menggelar PON, BSI akan menambah total ATM menjadi 1.000 . Terdapat pula lebih dari 900 pedagang mesin EDC, 17.000 agen BSI, dan 40.000 QRIS.
"BSI masih berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat di Aceh. Melihat potensi yang ada di perkebunan kopi Arabika Gayo dan minyak nilam, BSI membentuk dua tim lokal BSI. Perkebunan kopi di cluster Kabupaten Gegerung dan Bener Meriah serta Nilam Cluster Perkebunan di Blang Mee
Ini, merupakan kerjasama antara BSI, BSI Maslahat, Baznas, Universitas Syiah Kuala dan pemerintah Aceh untuk mengelola dana Zakat perusahaan dan karyawan.
Baca Juga : 8 Cara Membuat Artikel yang Baik dan Menarik untuk Pemula
“Sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pembangunan perekonomian Aceh, kami juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung BSI Aceh Green Building.
Bangunan tersebut memiliki luas 4187 meter persegi dan mempunyai luas 17322 meter persegi. Letaknya 8 lantai di atas tanah dan 2 lantai di bawah tanah. Hiasan ala Aceh dapat dilihat pada pintu ruang pertemuan dan beberapa tempat lainnya.
BSI Landmark Aceh dibangun dengan mengurangi gagasan ramah lingkungan. Bahkan meraih penghargaan MURI dan mendapat Penghargaan Emas sebagai bank syariah pertama yang menggunakan green building.
2 komentar untuk "Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Green Building dan Desa Binaan BSI di Aceh"